Selamat pagi, jakarta lebih
sering hujan akhir-akhir ini. Aku menyukai wanginya. Entah kenapa, Jakarta
selalu lebih tenang setelah kehujanan. Mungkin emosi-emosi yang biasa bertebaran
di jalanan sudah terbasuh. Walau hujan bergeser beberapa bulan, semoga tidak
mempengaruhi rencana semesta untukku dan untukmu, juga kita.
Hari ini, tepat 6 bulan sebelum
pernikahan kita dan aku masih belum dapat mengumpulkan nyawaku sepenuhnya.
Banyak pikiran-pikiran yang harus dipindahkan. Harapan-harapan yang harus
dibenahi, dan cerita-cerita yang harus diselesaikan. Aku masih belum tahu harus
memulai dari mana. Menyesuaikan keakuan menjadi kekitaan tidak selalu mudah. Pun
setelah satu tahun kita memutuskan untuk bersama. Semakin lama, semakin banyak
alasan untuk ragu. Namun, melihatmu dan mengingat semua cita-cita kita,
alasan-alasan itu luruh dengan sendirinya.
Rencana kita untuk mempersiapkan
semua perihal pernikahan sendirian kurasa harus dimulai dari sekarang dengan tetap
memberikan porsi bagi budaya dan orang tua kita. Orang tua kita tentu harus
ikut campur, mereka yang paling berbahagia dengan berita pernikahan kita. Pernikahan
anak adalah salah satu hal yang dapat dibanggakan oleh orang tua bukan? Jadi,
tidak ada salahnya sedikit dicereweti disana-sini. Tidak ada salahnya memiliki
asisten sutradara, selama ceritanya tetap berjalan sesuai keinginan kita.
Tradisi juga harus mendapatkan
tempat sendiri dalam pernikahan kita, Aku ingin keluarga kita tetap pada akar budaya
dan adat istiadatnya. Pohon yang besar selalu punya akar yang kuat bukan? Kukira
semua tradisi dalam budaya kita memiliki maksud yang baik. Tradisi-tradisi ini
yang membuat kita menjadi utuh. Tidak ada alasan untuk menghilangkan adat
istiadat dan menjadi kekinian atau kebarat-baratan. Adat melengkapi kita dan menjadi
dasar untuk rumah tangga yang baik.
Aku masih sering tertawa sendiri
mendengar kedua orang tua kita berdebat menentukan tanggal. Budaya kita
mengenal perhitungan hari baik. Sesungguhnya aku tidak masalah kapanpun
pernikahan kita dilangsungkan. Pun mengikuti hari baik dalam budaya kita, tidak
ada salahnya. Selama seluruh persiapan yang kita susun sudah terpenuhi.
Akan menarik bagaimana kita
menyusun semua ini dari kota-kota yang berbeda. Komunikasi kita terbatas pada
maya dan aku harap tidak akan menjadi masalah selama kita saling percaya dan
menjalankan peran masing-masing.
Kita sedang menyusun kekitaan.
Yudith Susetio
2 Maret 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar