Hai, mas. Aku baru bertemu koneksi internet yang mumpuni setelah tinggal di rumah bapak selama hampir 2 bulan. Maaf untuk absen nulis di sini.
Mas, Agustus tinggal 3 bulan lagi. Persiapan yang sudah kita lakukan apa saja? Aku selalu bingung sendiri, kewalahan menerka sudah sesiap apa prihal kita di masa yang baru nanti.
Kita masih saja diributkan masalah-masalah kecil, printilan menuju pernikahan gampang-gampang susah ternyata, apalagi semua diurusi sendiri :)
Souvenir kita nanti, akan seperti apa? Masih saja pertanyaan atau pernyataan prihal itu jadi fokus masalah kita sampai detik ini. Yang membuat kita akhirnya tertawa membahas ini bukan saja kita, melainkan orang tua kita.
Ingat soal undangan? Atau tanggal yg tepat untuk pernikahan kita? Mereka juga ribut sendiri. Kita malah meributkan bagaimana kita akan menamai anak kita, nanti.
Jakarta apa kabar, mas? Apa ada jawaban soal pertanyaan-pertanyaan kita? Soal bagaimana pra nikah ini bisa berjalan lancar sementara kita sibuk menghempas rindu? Ah, kamu terlalu sibuk cari dana untuk beli bahan souvenir kita.
Aku, masih menabung di celengan rindu kita. Kapan kita jumpa? Celengan rindunya sudah penuh, kita perlu piknik agar tahu souvenir yg pas untuk pernikahan kita.
19 Apr 2016
Souvenir?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar